KARGO LNG PERTAMA LAPANGAN JANGKRIK DIKIRIM

Kargo_LNG_Eni

Kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) pertama dari lapangan Jangkrik, Wilayah Kerja (WK) Muara Bakau yang dioperasikan Eni dikirimkan ke pasar domestik dari kilang LNG Bontang, Kalimantan Timur pada Kamis (22/6). Menggunakan Kapal Triputra, kargo LNG sebesar 22.500 m3 dikirimkan ke terminal regasifikasi di Tanjung Benoa, Bali. Pengiriman Kargo pertama ini merupakan salah satu pencapaian penting bagi Proyek Pengembangan Lapangan Jangkrik yang merupakan salah satu proyek gas laut dalam pertama di Indonesia.
Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan sebagian besar pasokan gas WK Muara Bakau ditujukan dan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan pabrik pupuk dan kebutuhan LNG dalam Negeri. “Pemenuhan pasokan tersebut jadi bukti nyata industri hulu migas untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan dan energi di Indonesia,” katanya.

#MigasNews [KataData] SKK Migas Hemat Cost Recovery Hingga Rp 720 Miliar dari Transfer Aset

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil menghemat pengembalian biaya operasi (cost recovery) sebesar US$ 54 juta atau Rp 720 miliar. Alhasil, per 30 April 2017, realisasi cost recovery hanya US$ 3,20 miliar dari target APBN tahun ini US$ 10,49 miliar.

Deputi Pengendalian dan Pengadaan SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan penghematan itu terjadi karena ada optimalisasi aset migas. Jadi 80 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki wilayah kerja produksi membuat perjanjian transfer aset untuk menekan biaya operasi.

Dengan adanya perjanjian tersebut, kontraktor tidak perlu melakukan pengadaan baru untuk kegiatan produksinya. Bahkan pembelian barang seharusnya bisa menjadi opsi terakhir yang dipilih kontraktor. Mereka bisa saling menggunakan aset yang sudah ada.

Salah satu contoh transfer aset tersebut menurut Djoko adalah penggunaan teknologi pengurasan sumur minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR). Fasilitas injeksi kimia yang selama ini digunakan Chevron Indonesia di Lapangan Minas, Blok Rokan kini bisa dipakai Pertamina.

Selain itu ada juga tranfer aset lainnya seperti fasilitas kompresor untuk menunjang kegiatan operasi migas antar kontraktor. Dengan demikian industri hulu migas diharapkan dapat bekerja lebih cepat dan efisien.

Djoko mengatakan penghematan yang dilakukan tahun ini lebih besar dibandingkan yang terjadi tahun 2016. Tahun lalu, SKK Migas hanya menghemat biaya sebesar US$ 51 juta. Sementara target tahun ini dan tahun lalu sama yakni US$ 35 juta.

Capaian tersebut juga didukung harga minyak dunia yang masih relatif rendah. “Sehingga para kontraktor menurut kalau diperintah untuk berhemat, hasilnya sudah melebihi dari target. Semoga akhir tahun ini bisa lebih besar lagi angkanya,” kata dia.

Cost recovery memang selalu menjadi sorotan pemerintah. Apalagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selalu menemukan adanya beberapa ketidaksesuaian penganggaran. Salah satu contohnya adalah laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II tahun 2015.

Pada laporan tersebut, BPK menemukan ada biaya-biaya yang tidak semestinya dibebankan dalam cost recovery pada tujuh wilayah kerja yang dikelola kontraktor. Nilainya mencapai Rp 4 triliun.

Sumber: http://katadata.co.id/berita/2017/06/16/skk-migas-hemat-cost-recovery-hingga-rp-720-miliar-dari-transfer-aset

Tawarkan WK Migas, Menteri Jonan Door to Door ke BUMN Tiongkok

kunjungan Menteri ESDM ke Tingkok

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan, berkunjung ke kantor tiga badan usaha milik negara (BUMN) Tiongkok yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (Migas) di Beijing pada Selasa, 7 Juni 2017. Ketiga BUMN tersebut adalah China National Petrolium Corporation (CNPC), China Petrochemical Corporation (Sinopec), dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC). Selain itu, Jonan berkunjung ke kantor CITIC yang bisnis utamanya di pasar modal, tetapi memiliki investasi di hulu migas di Indonesia.

CNPC berada di urutan 3 dalam daftar Fortune 500 tahun 2016, Sinopec posisi 4, CNOOC diperingkat 109, dan CITIC di nomor 156. Pertamina yang merupakan BUMN Indonesia beraada di peringkat 230.

“Saya mengundang mereka untuk meningkatkan investasi di hulu migas Indonesia,” kata Jonan pada Rabu (8/6)

Semua BUMN Tiongkok tersebut nilai investasinya di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan ukuran bisnis mereka. Oleh karena itu, menurut Menteri ESDM, sangat potensial bagi mereka untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Yang ditawarkan antara lain Wilayah Kerja (WK) migas yang sedang dilelangkan oleh Direktorat Jenderal Migas, lapangan-lapangan “mature” yang bisa dikerjasamakan dengan Pertamina atau operator lain, serta adanya kebutuhan teknologi EOR (enhanced oil recovery) yang diperlukan oleh Indonesia. Selain itu dijajaki minat mereka untuk berinvestasi di industri petrokimia yang potensial untuk daerah Teluk Bintuni di Papua dan Masela di Maluku Tenggara Barat.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, para petinggi CNPC, Sinopec, CNOOC dan CITIC menyatakan tertarik untuk meningkatkan investasi. Perusahaan-perusahaan tersebut melihat bisnis yang bagus untuk menambah investasi di Indonesia dalam waktu dekat. Mereka meminta dukungan penuh dari Menteri ESDM untuk merealisasikan proses tersebut. “Sinopec bahkan memikirkan untuk studi awal terkait dengan peluang industri petrokimia di Teluk Bintuni dan Masela,” ujar Amien.

Direncanakan setelah kunjungan ke kantor-kantor BUMN Tiongkok tersebut Menteri ESDM dan rombongan akan meninjau kilang, pabrik petrokimia, dan fasilitas gas alam cair (LNG) yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan itu.