SEKTOR HULU MIGAS BANTU EVAKUASI AIRASIA

SEKTOR HULU MIGAS  BANTU EVAKUASI AIRASIA

Kepedulian terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasi tidak hanya ditunjukkan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam bentuk kegiatan tanggung jawab sosial. Bantuan untuk korban bencana juga diberikan oleh perusahaan yang bergerak di sektor strategis ini, salah satunya saat pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 jatuh di perairan Selat Karimata. Empat kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS), yakni CNOOC SES Ltd, ConocoPhillips, dan PHE ONWJ sepakat memberikan bantuan untuk mendukung proses evakuasi di bawah komando Badan SAR Nasional (Basarnas).

Kontribusi diberikan kontraktor KKS dalam bentuk suplai bahan bakar bagi kapal-kapal pencari yang berada di bawah kendali operasi Basarnas. PHE ONWJ menyumbangkan High Speed

Diesel(HSD) sebanyak 500 ribu liter yang disalurkan bertahap sesuai kebutuhan di lapangan dengan delivery point di Depot Pertamina Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. ConocoPhillips memberikan 2,34 juta liter HSD yang diangkut menggunakan Self Propelled Oil Barge (SPOB) Pertama Glory. Dukungan tersebut memungkinkan kapal-kapal evakuasi tetap berada di lokasi selama proses pencarian dan tidak perlu kembali ke pelabuhan untuk mengisi ulang bahan bakar. Sementara CNOOC SES Ltd mengirimkan Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Crest Onyx lengkap dengan bahan bakar minyak untuk operasi serta peralatan selam dan salvage underwater.

SKK Migas sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan kontraktor KKS selama proses evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Sebagai bentuk apresiasi, Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, memberikan cendera mata kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. Acara pemberian apresiasi tersebut dilakukan pada 29 Januari 2015 di dek kapal Crest Onyx saat merapat di dermaga CNOOC SES Ltd di Kalijapat, Jakarta Utara. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris SKK Migas, Gde Pradnyana, Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas, Baris Sitorus, Kepala Bagian Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono, serta perwakilan manajemen CNOOC SES Ltd.

Amien Sunaryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ketiga kontraktor KKS yang berpartisipasi dalam pencarian korban AirAsia selama 23 hari dengan tetap memprioritaskan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sehingga seluruh proses dapat berjalan aman dan lancar.

Advertisements
Sektor Hulu Migas Maksimalkan Pemanfaatan TIK

Sektor Hulu Migas Maksimalkan Pemanfaatan TIK

Perkembangan bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) menuntut peran aktif SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS). Sinergi yang terjalin antara kedua belah pihak sangat vital dalam mengatasi segala tantangan, salah satunya adalah keterbatasan data dan informasi bisnis. Kemampuan mengelola data dan informasi pun memegang peranan strategis dalam kegiatan usaha hulu migas.

Agar data dan informasi seputar sektor hulu migas bisa memberikan dukungan maksimal bagi bisnis, pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus dilakukan secara optimal. Pengelolaan yang optimal membutuhkan keselarasan perencanaan dan implementasi kerangka tata kelola TIK di kontraktor KKS yang terintegrasi di bawah SKK Migas.

Guna membangun keselarasan pengelolaan TIK, SKK Migas bersama kontraktor KKS menggelar Rapat Kerja Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dilaksanakan di Bali pada 13-15 November 2014. Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya TIK Nasional dan Optimalisasi ICT Excellence Center untuk Mencapai Business Alignment”, rapat kerja ini diharapkan menghasilkan rumusan strategi guna meningkatkan kapasitas sumber daya TIK nasional. Continue reading

FPSO Lapangan Bukit Tua Diresmikan

FPSO Lapangan Bukit Tua Diresmikan

Perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang telah mencapai 65 persen hingga awal Oktober 2014. Salah satu kemajuan pengembangan proyek yang terletak di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur ini adalah peresmian nama fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO).

Peresmian dilakukan di Galangan Kapal Keppel, Singapura pada 21 Oktober 2014 dengan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKK Migas, J. Widjonarko, Pemimpin Tertinggi Negara Bagian Sabah, YAB Datuk Seri Panglima Musa Haji Amin, dan Country Chairman Petronas Carigali Indonesia, Hazli Sham B. Kassim. FPSO yang memiliki panjang 233 meter, lebar 43 meter, dan tinggi 20 meter tersebut diberi nama Ratu Nusantara yang mewakili kemitraan Indonesia dan Malaysia. Continue reading